Kepadamu yang ayu, telah kutitipkan seluruh degup kalbu. Sebab tak ingin kaubiarkan sepi menabur pilu, sementara di sini ada aku yang bersedia menjadi teduh bagi setiap sendu. Pada musim yang luruh maupun hari-hari yang bisu, akan kujaga langkahmu dengan kasih yang tak jemu. Mencintaimu, Nona, adalah doa paling sungguh yang senantiasa hidup di relung waktuku.
Dan kepadamu yang selalu pandai membuat hati ini tenang, ingin kusampaikan satu hal yang tak pernah pandai diucap dengan sederhana: aku tidak pernah meminta seseorang yang sempurna, lalu semesta mempertemukanku denganmu. Seseorang yang membuat segala kurang terasa cukup.
Jika benar aku adalah tempat pulang bagi lelahmu, maka tinggallah selama yang kau mau. Sebab aku pun telah menjadikanmu rumah, tempat paling nyaman untuk segala takut dan resahku.
Tuan, dunia mungkin tidak selalu ramah kepada kita. Akan ada hari-hari yang panjang, musim yang membuat hati ingin menyerah, juga malam-malam ketika segalanya terasa terlalu sunyi. Tapi selama genggam tanganmu masih ada di sini, aku rasa aku bisa melewati apapun itu.
Dan percayalah, aku tidak akan membiarkan cintamu berjalan sendirian. Sebab sejak namamu menetap di hati ini, aku tahu: ada seseorang yang ingin kujaga lebih lama dari apa pun.
Bilamana mencintaiku adalah doa paling sungguh bagimu, maka memilikimu adalah cara semesta mengabulkan doaku.
Alterspring uses Markdown for formatting
*italic text* for italic text
**bold text** for bold text
[link](https://example.com) for link