menanggapi anon yang bilang aku cuma kepo, keliatannya masih belum paham sama poin yang mau aku sampein ya, lol... gini ya anon, berdasarkan beberapa kasus KS yang di up dan viral di medsos, terutama X, thread kasusnya seringkali langsung diawali dengan call out data diri pelaku, minimal foto pelaku, nama lengkap, dan instansi tempat pelaku bekerja/kuliah. maka di sini, tujuan dari “memberi efek jera” pada pelaku itu nyata adanya. selain mendapat sanksi sosial, instansi dari background pelaku juga seringkali langsung mengambil langkah, atau setidaknya pelaku juga mendapat sanksi sosial di kehidupan nyatanya, bukan hanya sebatas di medsos. sehingga efek jera berhasil karena kehidupan pelaku pasti tidak akan sama seperti sebelumnya lagi. efek semacam ini yang juga lebih dulu dialami korban kan? trauma korban nyata, bukan cuma maya. jadi poinnya ini ya, BUKAN soal kepo, karena jujur aku juga nggak ada kepentingan buat tau sedalam itu soal pelaku, yang aku bahas dari awal itu soal konsistensi antara tujuan dan langkah yang diambil. dari awal membawa ini sebagai isu serius (SA dan pedofilia) dan bilang ingin memberi efek jera ke pelaku. kalo narasinya aja udah sejauh itu, wajar kalo orang mempertanyakan arah langkahnya dan menaruh ekspektasi terkait penyelesaian kasusnya setelah thread itu dibuat (lagipula, kita diberi ruang untuk memberikan kritik. kritik itu bukan semerta merta untuk menjatuhkan. ini bagian dari memberi tanggapan, evaluasi objektif tentang baik dan buruknya suatu hal). aku juga sama sekali nggak menuntut kalian harus mengorbankan diri atau mengabaikan rasa takut. KARNA ITU MANUSIAWI. tapi justru karna risikonya besar, hal kayak gini emang seharusnya dipikirin sangat matang dari awal sebelum dibawa ke ruang publik yang luas. jadi ini bukan tentang spill kurang atau spill banyak kakak kakak sekalian, dan bukan juga tentang kepo background pribadi pelaku. ini tentang gimana sebuah isu yang SANGAT serius dibawa ke publik dengan tujuan yang jelas karna kalo ujungnya cuma berhenti di level awareness terhadap akun yang bahkan diprivate, sementara orangnya sendiri mungkin tetap merasa nggak ada konsekuensi apa-apa, ya wajar kalo orang mempertanyakan efektivitas langkahnya. dan sekali lagi, kritik kayak gini bukan berarti membela pelaku. justru karna aku juga berpihak pada korban, makanya aku berharap langkah yang diambil benar-benar punya dampak, bukan cuma ramai sebentar lalu selesai.
&&&&& soal dibilang kepo, menurutku agak lucu juga. ketika satu thread dibuat untuk membuka kasus serius ke publik, respons publik pasti nggak akan selalu berupa tepuk tangan. akan ada juga yang mempertanyakan langkahnya, dan itu bukan kepo, itu bagian dari diskusi ya kak, diskusi. jadi tolong jangan menganggap aku sedang mencoba menjatuhkan kalian atau memperkeruh situasi.
tapi yasudah kalo keputusan kalian memang sampai disitu. it’s still the right thing to do, aku cuma menyampaikan pandanganku aja. anggap poin-poin yang aku jelaskan di atas itu sebagai insight dan bahan evaluasi untuk semakin bijak dalam memanfaatkan platform media sosial yaa. thank you :)
Alterspring uses Markdown for formatting
*italic text* for italic text
**bold text** for bold text
[link](https://example.com) for link