Gw gak tahu kenapa ide gw agak liar tapi gatau kenapa gw pengen banget kirim ini ke kak nao. Happy reading!
"Mydei! " Phainon memegang lengan mydei untuk mencegahnya pergi keluar dimalam hari. Mydei yang ngerasa tangannya digenggam ia pun langsung segera melepaskannya.
"Apa apaan sih?" Nadanya yang meninggi membuatku goyah, aku ingin menyerah... Sudah berapa lama kami seperti ini? Kapan terakhir kali kami akur dan tertawa karena kekonyolan kami? Semakin ku ingat masalalu yang indah itu semakin hatiku pedih. Aku tetap memegang pergelangan tangannya berharap sang empu ingin mendengarkanku, walau sekali ini saja.
Kumohon..
"Mydei.. Mau kemana kamu malam - malam gini?" Namun dia tidak menjawabnya.
"Udara malam ini dingin.. Lebih baik kamu istirahat dikamar, aku akan tidur disofa jika kamu mau" Ucapku dengan sedikit gemetar, menahan semua emosi dalam diriku. Yang hanya terucap dari mulutnya yang semakin hatiku sakit.. Aku tak mampu di benci olehnya. Bahkan jika memilih mati atau dibencinya aku akan memilih mati untuk menebus semua dosaku dan berharap dirinya memaafkanku,
"APA APAAN SIH? KOTOR TAHU GAK?" Sang empu yang semakin marah ia pun mengusap bersih lengannya yang habis dipegang phainon.
Ah...
Terjadi lagi..
Mau sampai kapan?..
Sampai kapan begini terus?..
Aku tersadar ketika taxi sudah didepan rumah kami. Ia pun segera mulai meninggalkankanku seperti dimalam hari pertama pernikahan kami.
"Mydei.. "
"MYDEII DENGARKAN AKU DULU!!" Ucapku dengan keras yang membuat sang empu berhenti melangkah, ia tak menoleh padaku namun suara dinginnya yang membuatku semakin tercabik cabik.
"Khaslana phainon, kita akan bercerai jadi kamu tidak boleh mengurusi kehidupanku".
"Aku berhubungan dengan siapapun ataupun kemanapun itu bukan urusanmu".
"Bahkan jika aku sex dengan orang lain itu bukan urusanmu"
"Mydei.. Tolong jangan ngomong begitu.. Kita sudah menikah.. " Ucapku dengan menahan tangisan ku, suara ku yang semakin mengecil tak mampu lagi untuk menahan semua kesedihan ini.
"Lebih baik jika aku sex dengan orang lain dibanding denganmu... " Ia pun melanjutkan langkahnya menuju taxi tersebut.
"Kau akan membunuh anakku lagi". Kata terakhirnya yang menamparku membuatku tersadar bahwa akulah yang jahat disini.
Kesalahan terbesarku adalah membunuh bayi kami..
Btw ini phainon (DID) X Mydei, izin undur diri dadahh
Alterspring uses Markdown for formatting
*italic text* for italic text
**bold text** for bold text
[link](https://example.com) for link