How about we revamp this place? Introducing community-polled upgrades! Send your best ideas here

J.w · 5d

Halo author, saya datang lagi setelah selesai membaca "The Year i didn't jump". Saya mau menyampaikan rasa terimakasih, karena sudah menulis sejujur dan serealistis itu. Meskipun sedikit menyakitkan tetapi itu realistis dan disitulah letak keindahannya. Topik yang ditulis, sudah sangat familiar bagi saya tapi dengan bumbu fantasi atau spiritual jadinya lebih kompleks dan berwarna.

Saya banyak berpikir saat membaca ini bahkan setelahnya. Banyak wajah-wajah yang sempat saya lupakan tiba-tiba bermunculan lagi dipikiran saya. Dan jujur saya merasakan mungkin sekitar 20% sesuatu didalam diri atau hati saya mencair. Bukan angka yang besar, tetapi saya bisa merasakan perubahannya di dalam diri saya.

Terimakasih karena sudah menulis dan lewat tulisan ini saya diingatkan rasanya "merasa". Banyak hal dan perasaan yang saya lupakan tapi di cerita ini menjadi seperti sesi pengingat dan pembelajaran ulang (karena manusia bukan tidak tahu, tapi sering lupa saat mereka sedang pusing karena membawa beban hidup masing-masing)... Atau bahkan mungkin ini seperti sebuah kesempatan untuk membuat pilihan baru setiap kali tersadar bahwa masih ada waktu dan hari yang baru. Waktu adalah misteri, tetapi yang penting bukan akhir melainkan bagaimana kita mengakhiri nya (Finishing well) .

Dunia bukan tempat yang ramah, bahkan dunia tetap berjalan dengan sangat cepat tanpa mempedulikan kehadiran kita masing-masing, tetapi kita yang hadir disini dan hidup... kita berhak untuk mempunyai hidup yang berarti bagi kita sendiri, tidak muluk-muluk mungkin disertai kebahagiaan yang sederhana. Karena tidak ada manusia yang tidak berjuang, semuanya sedang berjuang dalam kondisi yang unik dan situasi yang tidak bisa dipahami orang lain selain yang sedang mengalaminya.

Saya bisa bilang terlepas dari romance nya, cerita ini memberikan kehangatan bagi yang membaca, motivasi yang realistis dan sederhana, menyadarkan kepada hal-hal yang sudah ada di dalam diri sendiri tanpa perlu mencari sesuatu yang terlalu sulit dijangkau diluar.

Didalam pikiran saya, saya membayangkan sosok author hidup seperti teman imaginary...tempat saya bisa membicarakan isi pikiran saya disaat saya sedang membaca tulisan author. Maaf kalau terdengar creepy tapi seperti yang author tulis, pribadi yang terlihat sendiri tidak selamanya kesepian. Dan pribadi yang hidup diantara banyak orang bisa saja tetap merasa sepi. Seperti tokoh utama dalam cerita ini yang selalu ditemani sosok yang tidak terlihat oleh orang lain selain tokoh utama, jujur kadang saya merasa saat membaca tulisan kamu saya tidak sendirian.

Dan disaat ada kalimat yang seperti memukul dengan kekerasan mental, atau pelan seperti tepukan penyemangat di lengan, saya sering menarik napas dan berdialog dengan sosok author dalam pikiran saya, meskipun tidak ada jawaban balik.. tetapi rasanya beban pikiran saya berkurang sedikit. Di dalam pandangan saya, kamu berhasil hidup di dalam tulisan-tulisan kamu. Bukan hanya tokoh yang berhasil kamu hidupkan. Tetapi ada jejak nadi dan napas penulis dalam setiap tulisan kamu yang sudah saya baca. Itu yang membuat saya sangat sering berpikir lebih dalam kalau menyangkut tulisan kamu dan ini bukan hal yang buruk hanya kebiasaan yang membuat saya merasa hidup dan mencintai membaca.

Intinya author, maaf kalau kejujuran dalam pesan ini terasa mengganjal, saya hanya pembaca yang terlalu imajinatif atau terlalu hidup dalam sebuah bacaan yang sangat bagus bagi saya. Dan bagian author sebagai "imaginary friend" dalam pikiran saya itu murni sebagai bentuk hormat kepada author sebagai teman diskusi membaca. Saya tidak selalu tau harus menulis apa saat selesai membaca tulisan kamu. Kadang kata-kata terasa jauh karena banyak hal yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata. Tetapi kalau saya bisa menulis, saya akan tulis dan pasti panjang atau kadang akan terdengar aneh.

Semoga review ini tidak membuat author merasa tidak nyaman dan tidak keberatan untuk membaca review-review saya kedepannya. Terimakasih selalu mau hadir dalam sesi diskusi tidak resmi seperti ini. Terimakasih sudah menulis dan membagikan ide kreatif mu author.

first of all terimakasih ya udah baca dan menghargai cerita itu

dan maaf saya gabisa bales panjang, tapi semuanya saya baca kok dan I'm very happy with your words and reviews

once again terimakasih

Alterspring uses Markdown for formatting

*italic text* for italic text

**bold text** for bold text

[link](https://example.com) for link